Monday, August 15, 2016

Suratan Yang Terbuka

Sejak dulu, aku selalu suka dengan surat. Aku suka dengan kata-kata yang ditulis indah, penuh makna dengan tujuan kepada seseorang. Sebuah surat yang dituju untuk seorang bisa juga dibaca oleh yang lain. Dan bila yang membaca nya tidak memahami surat sebelumnya, celaka terjadi. Spekulasi terjadi, asumsi bermunculan dan tersebarlah cerita-cerita lain. Hal itu terjadi bila surat pribadi jatuh di tangan yang salah dengan respon yang salah. Disinilah surat terbuka dikirim. Untuk khalayak ramai, untuk satu tujuan..meluruskan arah.

Aku ingat di kitab kepercayaan ku mengatakan bahwa kita adalah suratan terbuka. Hidup kita, kata-kata, tindakan, respon hati, dan semua hal yang kita perbuat adalah untuk khalayak ramai untuk satu tujuan..menunjukkan yang benar. Jadi inilah surat terbuka ku, untuk khalayak ramai, meluruskan sebuah kebenaran.

Tidak pernah ada satu tindakkan dalam hidupku yang tidak menunjukkan yang sebenarnya. Tidak pernah ada tulisanku yang berusaha menutupi kebenaran. Aku sangat menghargai mereka yang bertanya dan mencari tau daripada yang menduga-duga. Aku sangat menghargai mereka yang memilih untuk diam daripada mencapuri yang tidak perlu. Menganggap diri yang paling benar adalah sesuatu yang tidak masuk akal bagiku karena siapa yang sebenarnya paling benar di muka bumi ini?
Kaluarga ku adalah forum terbuka hidupku. Tidak ada rahasia, tidak ada agenda tersembunyi.
Tidak ada manusia yang kebal akan disakiti, dan tidak ada manusia yang senang dicela. Namun aku bersyukur Tuhan selalu punya cara untuk membuatku terkagum disaat tidak ada lagi yang tercium indah disekitarku. Ia selalu membawa damai disaat situasi ricuh, dan selalu membawa kesenangan disaat hati gundah.
Prinsipku, bila itu tidak pantas dibagikan..tidak akan dibagikan. Bila tidak pantas dibicarakan, akan ku simpan bagiku sendiri. Aku menghargai orang yang menghargai. Dan aku menghargai orang yang menganggap orang lain penting. Memang kepercayaan membutuhkan nekat yang tinggi, namun bila sudah percaya..untuk apa lagi mencari bukti?
Aku diam karena aku percaya, dan aku berbicara karena aku yakin. Jadi, bila kamu percaya..bisa kah kamu diam? Dan bila kamu berbicara, aku harap kamu yakin akan perkataan mu.
Dan bila jawabanmu tidak, sampai bertemu di lain kisah.

"What Susie says of Sally speaks more of Sally than of Susie"

No comments:

Post a Comment

© EMMA MONTEZ
Maira Gall