Showing posts with label march. Show all posts
Showing posts with label march. Show all posts

Tuesday, April 29, 2014

Don't Let Me Sleep Until September Ends

Life is full of ups and downs isn't? It's a fact atau mungkin takdir yang gak bisa kita hindari. Sehebat apapun kita, serohani apapun kita, sebaik apapun kita, pasti kita akan dan harus melewati fase melewati "the valley of shadow of death". For some people it's moment that can bring them down, but it's not for me. Some people questioned God for this moment of death, but not for me. Why did God actually allow us to go through it in the first place. Isn't God a good god? The One who never plans us a doomed future but the best future for each of us? Truth it, is it true. The reason why God allow us to experience failure or distress, is to bring us closer to Him.

Ibarat pacaran, God likes to do this thing like the push-and-pull thing. He let us fall to give Him a chance to carry us up. Just like fitness training, lifting weights help us to gain muscle. Going through difficult times help us to gain strength and hope in Him. Most of us allow ourselves to fall way low than we're supposed to be. We though that difficult times is God walking away from us. Difficult times can mean:
1. We are walking away from God
2. God is testing our faith
3. God is drawing near to us and the Devil didn't like what he saw, so he tried to separate us from Him.
4. God is going to show His glory to you (and the others around you)

Artinya apa? Artinya, every difficult times have a cause, but what will it leads us to depends on our response to it. Do we still hold on to Him, or to our own will? To some people 'September' is a difficult times and they don't want to be awake in it, but not to me. I want to be fully awake in my 'Septembers'. I want to be fully in it, so I could see how His hand works in my trials.We will experience ups and downs for sure, but not just any regular ups and downs. For all who believes in Him and living the way He lives will experience ups and downs, but they're still going up. It's not just a flat line, but a moving graphic. Every trials is in a different level, with different strength, and even a greater result.

Though he fall, he shall not be utterly cast down: for the LORD uphold him with his hand. Psalm 37:24

Tuesday, March 25, 2014

Senja Selasa Akhir Maret

Aku bukan tipe orang yang suka sendiri, namun terkadang aku suka menyendiri.
Aku suka mengambil laptop ku dan sekedar mengunduh lagu-lagu masa lalu yang mengingatkanku pada momen-momen tertentu.
Aku suka membiarkan imajinasi ku berkelana ke tempat-tempat yang sulit kuraih.
Tempat dimana hanya angan, memori, dan kata-kata tertunda yang ada disana.
Itu caraku membersihkan pikiran ku, yaitu dengan menyendiri.

Aku suka sejenak menghindari keributan ponselku, petualangan seru di novel yang baru kubeli, ribuan gambar menarik di home Tumblr, memasang earphone dan lagu yang pertama kali diputar, lalu merenung.
Merenungi setiap hal yang telah tersimpan di data base otakku. Menayangkan kembali reka ulang kejadian, memberhentikannya sejenak, dan berpikir..mengapa?
Mengapa aku mengatakannya?
Mengapa itu terjadi?
Mengapa dia berkata demikian?
Mengapa aku tidak melakukannya, dan lain-lain.


Banyak yang bilang aku delusional. Banyak yang bilang aku terlalu imajinatif. Aku hanya mengulang kembali, dan meng-crosscheck kejadian-kejadian tersebut. Prinsipku, I have to finish what I've started. Prinsip ini muncul setelah aku baru sadar, banyak hal yang telah kutinggal setengah jalan lalu berantakan begitu saja. Apa yang telah terjadi hari itu, harus ku selesaikan dengan baik. Bila aku berantem, aku harus selesaikan dengan berdamai. Bila aku disakiti, aku harus selesaikan dengan mengampuni. Bila aku memulai sesuatu, aku pun juga harus mengakhirinya dengan rapih. Itu bertanggung jawab, itu yang namanya setia, dan aku sedang belajar melakukannya. 

Biasa nya hal ini ku lakukan di malam hari. Beberapa saat sebelum aku tidur.
Atau bisa kulakukan saat aku sedang nge-gym, mengambil posisi menghadap ke jalanan, lalu berpikir. 
Sambil berpikir ini, aku suka sambil mendengarkan lagu. Hal yang pertama kudengan dari sebuah lagu adalah lirik, artinya, lalu suaranya, lalu musiknya, lalu baru kemudian cerita dibalik lagu tersebut. Aku suka mengaitkan lagu dengan momen-momen yang aku pikirkan ini, agar bisa mengungkapkan hal-hal yang tidak bisa ku utarakan.

Setiap orang punya cara nya sendiri untuk menghilangkan penat atau sekedar menyendiri. Ini cara ku. Disaat aku tidak bisa travelling, pikiranku lah yang berkelana. Berjalan-jalan menyelusuri jalanan yang membawa ku kepada tujuan yang menjawab semua rasa penasaran ku. Bila aku sedang berpikir tentang orang yang menyakiti ku maka, dengan si peta penuntunku, aku berkelana menyulusuri my memory lane until I found what I've been looking for, pengampunan..dan kasih.

Banyak orang yang menyalahgunakan imajinasi dan pikiran. Membiarkannya terkontaminasi dengan hal-hal busuk yang membawa nya jatuh ke jurang kebingungan. Imajinasi dan pikiran tidak seharusnya membawa mu ke tempat-tempat menyesatkan yang sementara. Imajinasi dan pikiran seharusnya menjadi si tombol enhance yang membantu mu mengerti tentang apa yang seharusnya kamu perbuat. 

Aku sering melakukannya untuk membersihkan memori-memori buruk dipikiranku. Memori yang hanya membuka luka lama yang telah lama pulih. Aku biasanya menyendiri untuk memulai sesuatu yang baru. Aku suka bercengkramah dengan si Penolong didalamku dan menyelesaikan apa yang sudah ku mulai. I like to getaway to start afresh. Aku suka menyendiri untuk merasakan the feeling of being present. Menyadarkan diri atas setiap detakan jantuk, hembusan nafas, dan kedipan mata. Yang kemudian menyadarkan ku bahwa, pikiran-pikiran buruk tersebut tak ada artinya dibanding apa yang aku rasakan dalam keheningan ini. Pikiran dan masalah ku seakan hilang begitu saja. Seperti melepaskan tas yang sangat berat. Jaket tebal yang sangat panas. Kunciran rambut yang sangat kencang. Semua itu menghasilkan satu kata..lega. 

Terkadang pikiran-pikiran yang sedang kuhapus itu seakan memanggilku untuk menyimpannya. Membuat ku seolah-olah berpikir bahwa itu lah hal 'indah' terakhir yang akan ku lihat. Namun dengan berhenti sejenak, dan merasakan hidup, ku mulai melepaskannya. Seperti melepaskan gandengan tangan yang sudah kugenggam erat sekian lama. Ringan. Seperti buku catatan yang penuh dengan tulisan. Saat kertas kosong tersebut penuh terisi, kita harus membuka lembaran yang baru. Bersih, untuk ditulis kembali. Seperti buku novel, membuka bab yang baru. Kita tidak tahu apa yang akan kita baca kedepannya, namun bila kita tidak memulai untuk membaca, we will never know

Ini caraku memulai sesuatu yang baru. Dengan berdiam, berpikir, dan melepaskan.

Kalau kamu?
The sky is blue,Dreamed that lie 'til it's true,Then takin' back the punch I threw,My arms turn wings,Oh, those clumsy thingsSend me up to that wonderful worldAnd then I'm up with the birds.
Up With The Birds - Coldplay 

Wednesday, March 19, 2014

Through The Season

It is spring again! I've always loved spring even though I never experience one (Jakarta only has 2 weather, rain and summer. Boo!). Spring selalu identik dengan bright colors, blooming flowers, blue sky, udara sejuk. Aku suka spring karena in the fashion side, everyone look so colorful. Everyday look so bright and pretty. Tapi sadarkah kamu, semenarik apapun spring itu, sebelumnya kita melewati winter?

Many people love winter. Tapi untukku, it's a love-hate feeling. I love the foods we usually enjoy during witnter. Hot marshmallow chocolate, soups, hot stuffs. Lots of blankets and cozy pillows. Christmas lights, carols. But the weather are cold, it's freezing. Kita tidak bisa dengan bebas bergerak.

Berbeda lagi dengan summer. Hot, bright sun, even more colorful colors everywhere. Tanned skin, ponytails, "short" fashion, holidays, fun stuffs! People started to go surfing, oceans, beaches, ah I really like summer. Many fun things usually happen on summer.

But then we met fall. The quiet time of the year. Banyak yang gasuka fall, tapi I like it. It's like a break of all the colors and all the hype. Ginger, pumpkin all all those cinnamon season. It's spicy but yet warming at the same time. All the bright colors starting to fade away, until it all turns white in winter.

Don't you know that our life is just like the season. Ada masa masa pedas nya, masa dinginnya, masa perhentian, dan masa berekspresinya. Ada kalanya hidup membawa kita menghadapi kelam dan pedas nya tantangan, dinginnya malam yang membuat kita hanya bisa diam tenang. Namun juga ada masanya kita untuk bergerak, untuk mengekspresikan diri kita. People are also like season. The come, and then they go. They have to in order to bring on the new season. Sometimes it leaves the evidence behind, but sooner or later, it will fade away. But do you know someone who never change? GOD :)

It's cliche, I know. It's so overrated, I know. But don't you realize that it is what it is. He never changes, He never leaves. In fact, He's like all season compile into one perfect being. He is full of expression. He expresses His love, His grace, His mercy that sometimes we don't get why we receive it. He's like the spring that softens the winter, and brings color after the cold. Rain upon the lonely heart, so it will start to bloom with flowers. He is like the summer, so much fun! He gives us the life that we enjoy. He gave us people that never makes us stop laughing. But He is also like the fall. At times He may seems quiet and still, but He's still there. Sometimes He's spicy as the cinnamon but warming like the ginger. Through its mild taste, we experience comfort.

Life could be confusing as those season changes. But they have to and we cannot do anything about it, except to enjoy and make the best out of every season. Through the cold winter night, make ourselves comfortable beside the warming fire, embrace the mildness in life during the fall, express yourself during the spring, and never fear to have some fun during the summer. But above all else, remember that He is always there through the season. There beside you to enjoy every moments the season brings.
© EMMA MONTEZ
Maira Gall