Showing posts with label personal. Show all posts
Showing posts with label personal. Show all posts

Wednesday, February 13, 2013

Bold.

Hai Sugaa. Apa kabarmu? Sudah lama yah terakhir kita berjumpa. 
Kabarku? 
Aku gak tau mesti mulai darimana.

Hidup ini unik yah. 3 bulan ini berlalu sangat cepat, banyak hal yang terjadi. 
Aku gak tau apa aku atau sekitar ku yang banyak berubah.
Aku udah jadi terlalu mati rasa, atau aku sudah terbiasa nelan perasaan?

Ah ikut Tuhan itu selalu manise. Sudah mau bulan ke-4 sejak penyerahan hidupku sama Tuhan. 
Mungkin karena itu aku jadi kesan nya mati rasa. 
Aku juga bingung, Ga, kok bisa sih kuat lewatin keras nya hidup dengan santai?
Ya, mungkin aku sudah makin kuat but nevertheless, I'm happy. :)
Selalu setiap habis melihat kenyataan pahit, somehow He instantly replace it with precious people to cheer me up. 

Aku tau kedepan pasti makin sulit, pasti Ga. Hidup itu keras, Ga. Keras banget.
 Tapi orang kuat tantangan nya pasti kuat kan? 
Aku suka deh ayat sate ku hari ini:
Even strong young lions sometimes go hungry,
but those who trust in the Lord will lack no good thing. -Psalm 34:10-

Aku harap kamu juga makin kuat. Seperti Dia, the source of our strengths :)
------------------------

Anyways me and chis is now starting our very own Youtube account! Please comment and subscribe for more videos to come. *bocoran: new song coming right up this week! hopefully :P*


Thursday, November 22, 2012

Bahagia itu simple.
Disaat dia lagi super hectic, kurang tidur, fokus kepecah-pecah, namun ada satu hal yang bikin lupa tentang semuanya itu. Entah bagaimana hal itu bisa terjadi. Seperti obat ajaib, seperti obat nya doraemon yang bisa muncul dan dipakai dimana saja. 

Bahagia itu simple. 
Disaat kamu dikelilingi sahabat yang punya bakat pelawak. Tidak ada lagi waktu luang untuk menyendiri, tidak ada lagi waktu untuk mengingat kenangan lama. Bahkan untuk setetes air mata pun tidak sempat untuk dibuang.

Bahagia itu simple.
Disaat pertama kali mencoba makanan baru. Setiap rasa menjadi sesuatu yang baru. Rasa itu melekat, mengingatkan kita pada hari itu. Itu mungkin kenapa jatuh cinta mirip dengan makanan. Itu mungkin juga kenapa setiap nge-date selalu di restoran. Ah nge-date sama siapa? Sama makanan.

Bahagia itu simple.
Disaat semua orang dan rutinitas baru ini menjadi hal biasa yang padahal pada awalnya, completely foreign. Disaat justru orang yang selama ini tidak terbesit di pikiran kita sebelum nya, menjadi salah satu yang mengambil peranan besar dalam menciptakan kebahagiaan ini. 

Kebahagiaan itu ada dimana-mana. Waktu Tuhan menciptakan kita, aku percaya Dia juga menciptakan kebahagiaan itu di setiap aspek kehidupan kita. Karena Dia sendiri adalah si sumber kebahagiaan tersebut. Mungkin dia ada di tugas mu, mungkin dia ada di sahabatmu, ada di hobi mu, ada di keluarga maupun lingkungan mu. 

Bahagia itu simple, disaat kamu menjalankannya dengan simple. :)

Sunday, September 16, 2012

Dying Dream

God has put many dreams into our hearts.
It is good to feel excited about our dreams, but we tend to act smarter than The One who created the dreams.
We think, oh if I do this and that then my dreams would be fulfilled. We started to come up with these ideas and we forgot to talk to God first about it.
We tried so hard that we came to a dead end and we started to lose hope.
And it makes us forget that dreams must die.

God is a jealous God. In a godly way (duh).
He wants to be the first in our hearts, and the first in our dreams.
When it says that dreams must die, it means to surrender the dreams to God and believes that He'll make a way. And then we start working the dreams but involved God in every task and ideas.
But it doesn't mean that the dead end disappear. It will always be there.
But don't lose hope.
Every time we started to give up, He could take the dream away and give it to someone else.
There are tons of people full of potential on this planet.
But if God put that dream to you, isn't that mean there's something special?

But the great thing about surrender, we wouldn't feel depressed every time the dead ends shows up.
And when a dream died, it would eventually grow.
Just like an apple tree (or any kind of tree). When you plant the seed, it seems that it will never grow. But if you water it and take care of it diligently, surrender your dreams and let it "die", it will grow!

Don't lose hope. Keep holding the dreams. If God gave it to you, then it is for you. Even though it seems like it's not going anywhere, trust Him, it will go :)

Saturday, July 21, 2012

Terlalu Cepat

Hari ini aku bangun terlalu cepat dari biasanya. Sudah dari semalam aku mengingatkan diriku untuk bangun lebih siang. Namun pagi ini badan ku seperti memberontak dan bangun dengan sendirinya.

Hari ini aku berkunjung ke rumah teman yang sangat berjauhan dari rumah ku. Sudah kuperkirakan akan pulang pada saat langit sudah gelap, namun ternyata aku pulang terlalu cepat.

Hari ini aku melihat senja. Sudah lama aku tidak melihat nya. Begitu cantik dan romantis. Warna nya yang kuning agak sedikit oranye membuat hati yang dingin pun terasa hangat. Senja begitu special bagiku. Karena dengan maupun tidak dengan pasangan, tetap indah bagiku. Namun sore ini senja serasa terlalu cepat menghilang. Sangat terlalu cepat.

Hari ini aku diingatkan masa lalu yang sempat menghantuiku. Masa lalu yang tidak ingin aku lupakan, namun tak ingin aku ingat-ingat. Bergejolak dengan batin yang tak tau harus bertindak apa. Kuputuskan untuk menghiraukan nya. Menghiraukan masa-masa yang terlalu cepat berakhir.

Hari ini hari pertama teman-teman ku menunaikan ibadah puasa. Jalanan seperti biasa diramaikan dengan dagangan makanan kaki lima yang khas. Asap sate melayang-layang diatas kepalaku, manisan-manisan yang menggiurkan bertaburan dimana-mana. Aku teringat dengan kejadian buka puasa yang ternyata terjadi di bulan puasa tahun lalu. Mengapa waktu terasa sangat cepat?


Hidup terkadang membawa kita dengan kecepatan yang tidak menentu. Waktu seakan-akan mempermainkan kita. Kadang dibawa begitu lambat, kadang agak cepat dan bahkan terlalu cepat.

Pernahkan kamu berpikir bahwa hidup ini semua serba terlalu cepat?


Terlalu cepat memulai, terlalu cepat mengakhiri.
 Terlalu cepat berpikir, terlalu cepat membuat keputusan.
Terlalu cepat percaya, terlalu cepat kecewa.
Terlalu cepat terbiasa, terlalu cepat melupakan.

Sering sekali aku menyadari kebiasaan ku yang terlalu cepat. Namun kali ini, bisakah waktu diperlambat? Sedikit saja.


Wednesday, July 18, 2012

Madness

Life is like a roller coaster. 

Gak cuman dibawa naik turun, tapi dibanting kanan kiri seakan-akan terlepas kendali. Banyak hal di kehidupan ini yang gak bisa gue kendaliin. 

Sikap teman, saudara, atasan, bahkan orang terdekat sendiri pun  bukan gue yang ngatur. It's not that I want to play god, tapi terkadang hal-hal yang terjadi dalam hidup berada diluar batas kemampuan mental. I know He's a sovereign God. He controls all of His creation. Tapi hal-hal ini bukan diluar kendaliNya kan?

Madness. Itu kata yang pas untuk nge-describe kondisi hati ini. Gue berusaha semaksimal mungkin untuk get over it. But how can you get over it when this madness around you wouldn't stop attacking? 

Apa ini yang namanya proses hati?

Gue pingin runaway. Gue pingin buang semuanya. Gue pingin stop berjuang. Gue pingin nyerah.

Tapi gue takut kalau the things that supposed to happen in the future batal karena pikiran konyol gue ini. 

Hati kecil gue tau setiap doa yang gue panjatkan, setiap jutaan butir air mata yang gue keluarkan, setiap pengorbanan, setiap masa-masa yang telah dilewati gak akan bisa ditukar dengan  kekecewaan yang sementara. Tapi, sampai kapan? 



© EMMA MONTEZ
Maira Gall