Showing posts with label curahan hati. Show all posts
Showing posts with label curahan hati. Show all posts

Tuesday, February 18, 2014

Letting Go

 

Life is about getting and releasing. Setuju gak? Kita mendapat ilmu, kita memberi skill saat kerja. Kita dapat gaji, kita berikan gaji kita untuk hal-hal seperti makan, minum, bayar kostan, dan sebagainya.  Gue inget banget waktu itu lagi kaya raya dompet gue, dan dengan segala kekhilafan, habislah duit gue dalam sekejap. Satu sisi gue seneng karena uang itu gue pake for something that I like and I really want, tapi di sisi lain sedih, karena I just lost something valued that was once mine.

In this life, we will face the choices of either letting something go and receiving something new. When we let go something yang sempat nyantol di hati kita, pasti rasanya beda. It'll be harder, lebih berat, lebih susah dan lebih membekas. You will know something is so precious when you let it go. It's a fact. Until know, gue belom penah nemuin cure yang mempan selain bertahan. Staying strong through the time and process we are in. 

I know it's going to be a long, long, and slow ride. And I'll learn to cherish every moment that stops by.

Wednesday, February 13, 2013

Bold.

Hai Sugaa. Apa kabarmu? Sudah lama yah terakhir kita berjumpa. 
Kabarku? 
Aku gak tau mesti mulai darimana.

Hidup ini unik yah. 3 bulan ini berlalu sangat cepat, banyak hal yang terjadi. 
Aku gak tau apa aku atau sekitar ku yang banyak berubah.
Aku udah jadi terlalu mati rasa, atau aku sudah terbiasa nelan perasaan?

Ah ikut Tuhan itu selalu manise. Sudah mau bulan ke-4 sejak penyerahan hidupku sama Tuhan. 
Mungkin karena itu aku jadi kesan nya mati rasa. 
Aku juga bingung, Ga, kok bisa sih kuat lewatin keras nya hidup dengan santai?
Ya, mungkin aku sudah makin kuat but nevertheless, I'm happy. :)
Selalu setiap habis melihat kenyataan pahit, somehow He instantly replace it with precious people to cheer me up. 

Aku tau kedepan pasti makin sulit, pasti Ga. Hidup itu keras, Ga. Keras banget.
 Tapi orang kuat tantangan nya pasti kuat kan? 
Aku suka deh ayat sate ku hari ini:
Even strong young lions sometimes go hungry,
but those who trust in the Lord will lack no good thing. -Psalm 34:10-

Aku harap kamu juga makin kuat. Seperti Dia, the source of our strengths :)
------------------------

Anyways me and chis is now starting our very own Youtube account! Please comment and subscribe for more videos to come. *bocoran: new song coming right up this week! hopefully :P*


Sunday, January 13, 2013

Serene

Kadang suka lucu sendiri ngeliat gimana arus kehidupan bawa kita ke tempat-tempat yang terkadang indah, terkadang penuh liku. 
Pernah gak sih terpikir saat kita bertemu dengan seseorang, 'kenapa harus dia?'
Setiap pertemuan ada kenang-kenangan untuk ditinggal. Yang literally hadir untuk kita kenang. 
Gak semua pertemuan itu ujung nya indah. Gak semua. Ada yang diawali manis, diakhiri dengan tangis.
Ironis, but that's life.
Gak semua kenangan yang ditinggal itu menyenangkan, namun pasti bermanfaat.
 Kedai ku diberi sebuah kenangan. Entah apa yang harus dirasakan.
Senang, sedih, berharap, atau.. pasrah? 
There are moments when we can stay, but there are moments that we have to leave. 
To take a step back.
One thing that I learned. When people grow, sometimes they grow apart.
I think I'll just stay here, watch the summer stars to lead me home.

Friday, September 28, 2012

September 28th, 2012

Gue lagi baca buku yang, menurut gue, sangat bagus dengan tittle yang sangat deceiving. 
When God Writes Your Love Story
This book was actually meant for my sister. But because dia bacanya pas lagi free aja (lagi sok sibuk belajar final test soalnya), so gue ambil inisiatif buat baca deh. Awalnya agak bikin tekad ciut banget liat judul nya. Karena, jujur, gue gak begitu suka sama buku-buku beginian. 
Tapi setelah gue baca halaman demi halaman, chapter demi chapter, I realized kalo selama ini pintu love-life gue kurang dibuka lebar. Kalau hidup ini buku, Tuhan mau jadi penulis nya. Jadi bukan cuma chapter (bahkan halaman) tertentu aja, tapi EVERY SINGLE DETAILS. Kenapa rakus gitu? Ya, soalnya Tuhan memang Tuhan yang rakus. In a good way :P 


Gini analogi nya. If we were married, gue gak cuma mau stengah dari kehidupan lo tapi seluruh kehidupan lo.
Tuhan gak cuma mau 1/4 dari pintu-pintu kehidupan kita, tapi seisi kapal kehidupan kita. 
Honestly when I came up to this point, I was a little bit haunted about this.
If God really taking over my life, my romance life to be exact, what if God wants me to be single the rest of my life? Trus gue akan hidup dengan kucing-kucing berkeliaran di apartemen gue sama nanti ubanan trus akhirnya mati. GUE GAK MAU T_T

Anyways...
Eric and Leslie Ludy (pengarang buku ini) adalah, yang bisa gue bilang, pahlawan-pahlawan cinta. Kenapa gak? Eric dari suka pacarin cewek just because they're hot, Leslie yang tadinya adalah woman of no commitments (jadi suka gantungin pacar-pacar nya), mereka berdua jadi fully commited sama Tuhan sampe akhirnya mereka ketemu dan menikah :")
(you can watch their love story di youtube)


Gue dari kemaren sampe hari ini masuk bab yang mempelajari how to love your spouse even before you ever met. 
Mati aja kaku kayak kanebo kering. 
Gimana cara nya gue fall in love sama cowok yang akan jadi suami gue dan itu masih bertaun-taun lagi marriednya. Belom tentu juga sekarang gue kenal. Menurut gue, this is just sick. Itu gak lebih freak dari cewek-cewek yang ngaku-ngaku pacar nya Harry Styles. No offense. Styles are attractive. 

But then gue tetep baca. Gue baca terus sampe masuk topik Beyond technical virginity
Boom! Gue tersentak.
Kita selama ini diajarin hanya untuk menjaga keperawanan/keperjakaan secara fisik. But do you ever think about virginity emotionally?
Leslie ngomong gini di bukunya "It wasn't just trying to technically stay virgin until marriage. Rather purity is a lifestyle. It meant living to love and honor my future husband all the days of my life---with my thoughts, my actions, my words, my emotions, and my body."
Kita gak sadar, walaupun kita gak kasih fisik kita ke cowok/cewek itu, tapi kita kasih hati kita, emosi kita, waktu kita, pikiran kita.
Boom! Kan kena lagi. 


Gue disadarin BANYAK hal dari buku ini.

Satu, love takes time, so wait
Pikir simple aja sih. Gue mau nanti the guy whom I would spent the rest of my life with, adalah cowok yang gak ngerti kata nunggu, pacaran sana-sini, or yang mengkhususkan diri nya, untuk....gue? :"") 

Dua, while waiting, focus on God.
But seek first the kingdom of God and his righteousness, and all these things will be added to you -Matthew 6:33-
Menurut gue gini sih. Kalau gue fokus sama Tuhan, untuk menjaga purity is going to be a piece of cake. Cookie malah! Dan kalaupun nanti gue udah ketemu my other half, gue percaya fokus dia juga sama Tuhan. And then both of our main focus would be towards God. Isn't it amazing? :D

And last and definitely not least, purity is beautiful.
Having high standards is beautiful. Gue pernah ngobrol sama temen gue (cowok) dan dia bilang gini,
Gue sih gak mau cuma sekedar cewek kalau jadi istri, tapi lady. The one who not just turned my head, but the one who also turned my heart

Silahkan klepek-klepek :P


I personally don't like to read Songs Of Songs (Kidung Agung) in the Bible. 
Bagi yang gak tau, itu kitab yang beirsi tentang nyanyian-nyanyian seorang groom untuk bride nya.
Ayat-ayat nya romantis banget. Sangking romantis nya sampe agak sedikit.....ya gitu.....menurut gue loh yah! *lirik kanan kiri* hehehehe 
But this book is actually about God (as the groom) confessing His love to us, as His bride. 
It's actually really, really romantic and lovely. <3

Dan ternyata gak cuma soal confessing love, tapi juga ada pesan untuk kita tentang purity.

Promise me, O women of Jerusalem, by the gazelles and wild deer, not to awaken love UNTIL THE TIME IS RIGHT.
-Song of Songs 2:7


And so, I mark this day, September 28th 2012 as the day I truly and openly committed my purity and my love-life to God. :)


FIUH! Akhirnya selesai juga nulisnya huehehe. 
There's still A LOT that I want to share about purity. 
I might be making many post on this area.
I somehow really like this topic.
It's fun isn't it? :P



Saturday, July 21, 2012

Terlalu Cepat

Hari ini aku bangun terlalu cepat dari biasanya. Sudah dari semalam aku mengingatkan diriku untuk bangun lebih siang. Namun pagi ini badan ku seperti memberontak dan bangun dengan sendirinya.

Hari ini aku berkunjung ke rumah teman yang sangat berjauhan dari rumah ku. Sudah kuperkirakan akan pulang pada saat langit sudah gelap, namun ternyata aku pulang terlalu cepat.

Hari ini aku melihat senja. Sudah lama aku tidak melihat nya. Begitu cantik dan romantis. Warna nya yang kuning agak sedikit oranye membuat hati yang dingin pun terasa hangat. Senja begitu special bagiku. Karena dengan maupun tidak dengan pasangan, tetap indah bagiku. Namun sore ini senja serasa terlalu cepat menghilang. Sangat terlalu cepat.

Hari ini aku diingatkan masa lalu yang sempat menghantuiku. Masa lalu yang tidak ingin aku lupakan, namun tak ingin aku ingat-ingat. Bergejolak dengan batin yang tak tau harus bertindak apa. Kuputuskan untuk menghiraukan nya. Menghiraukan masa-masa yang terlalu cepat berakhir.

Hari ini hari pertama teman-teman ku menunaikan ibadah puasa. Jalanan seperti biasa diramaikan dengan dagangan makanan kaki lima yang khas. Asap sate melayang-layang diatas kepalaku, manisan-manisan yang menggiurkan bertaburan dimana-mana. Aku teringat dengan kejadian buka puasa yang ternyata terjadi di bulan puasa tahun lalu. Mengapa waktu terasa sangat cepat?


Hidup terkadang membawa kita dengan kecepatan yang tidak menentu. Waktu seakan-akan mempermainkan kita. Kadang dibawa begitu lambat, kadang agak cepat dan bahkan terlalu cepat.

Pernahkan kamu berpikir bahwa hidup ini semua serba terlalu cepat?


Terlalu cepat memulai, terlalu cepat mengakhiri.
 Terlalu cepat berpikir, terlalu cepat membuat keputusan.
Terlalu cepat percaya, terlalu cepat kecewa.
Terlalu cepat terbiasa, terlalu cepat melupakan.

Sering sekali aku menyadari kebiasaan ku yang terlalu cepat. Namun kali ini, bisakah waktu diperlambat? Sedikit saja.


Wednesday, July 18, 2012

Madness

Life is like a roller coaster. 

Gak cuman dibawa naik turun, tapi dibanting kanan kiri seakan-akan terlepas kendali. Banyak hal di kehidupan ini yang gak bisa gue kendaliin. 

Sikap teman, saudara, atasan, bahkan orang terdekat sendiri pun  bukan gue yang ngatur. It's not that I want to play god, tapi terkadang hal-hal yang terjadi dalam hidup berada diluar batas kemampuan mental. I know He's a sovereign God. He controls all of His creation. Tapi hal-hal ini bukan diluar kendaliNya kan?

Madness. Itu kata yang pas untuk nge-describe kondisi hati ini. Gue berusaha semaksimal mungkin untuk get over it. But how can you get over it when this madness around you wouldn't stop attacking? 

Apa ini yang namanya proses hati?

Gue pingin runaway. Gue pingin buang semuanya. Gue pingin stop berjuang. Gue pingin nyerah.

Tapi gue takut kalau the things that supposed to happen in the future batal karena pikiran konyol gue ini. 

Hati kecil gue tau setiap doa yang gue panjatkan, setiap jutaan butir air mata yang gue keluarkan, setiap pengorbanan, setiap masa-masa yang telah dilewati gak akan bisa ditukar dengan  kekecewaan yang sementara. Tapi, sampai kapan? 



Wednesday, April 18, 2012

#2

Setiap manusia itu bertumbuh. Meninggi, menggemuk, mengurus, namun yang pasti kita pasti akan bertambah dewasa. Berbeda dengan anak-anak, semakin kita menjadi dewasa pasti kita dituntut untuk lebih bertanggung jawab atas setiap keputusan yang kita ambil.

Mengambil keputusan itu berat, lebih berat lagi kita harus berpegang pada keputusan kita.


Itu yang saya ketahui sekarang.

Buat saya, orang yang kuat adalah mereka yang berani mengambil keputusan yang benar walaupun bertentangan dengan kemauan nya sendiri. 


Melawan keinginan sendiri itu berat. Bukan berarti saya tidak percaya dengan hati nurani, tapi semua perasaan itu dikendalikan oleh pikiran. And yes it's true what they said, feelings can lie. Untuk membenci, memaafkan, mengasihi, stress, bahagia, semua itu ada pilihan bukan takdir.

Saya baru saja mengambil keputusan. Melawan ego ku sendiri. Mundur itu tidak selamanya lemah, dan maju itu tidak selamanya berani. Mengetahui batas-batas dalam kehidupan ini memang biasa, untuk mematuhi nya butuh kekuatan extra.

I'm learning to be responsible for my actions. Without regretting the choices I've made and move forward.

Memang pada awal nya berat, tapi suatu saat nanti kamu akan mengerti buah dari keputusan mu yang benar itu.

Semua hal yang baik itu belum tentu benar, tapi hal yang benar pasti baik.



Sunday, April 1, 2012

Senyuman Manis

Sebuah senyuman bisa merubah segalanya.


Gue pernah denger kalimat diatas, tapi gak begitu percaya banget. Ya apa iya sih senyum doang bisa ngerubah segalanya?

Jadi kemaren gue lagi di Senayan City abis pelayanan di gereja. Gue pelayanan nya nari. Dan kemaren itu gue lagi sangat teramat caaaapeeeeeeeeeekkkk. SANGAT. Udah 2 minggu gue sakit gitu kan, jadi mendekam di dalem rumah. Kemaren itu pelayanan pertama gue setelah sakit, dan rasanya, hm maknyus. Berasa kerja rodi taugak hahahaha =P

So, abis pelayanan gue turun ke supermarket di mall itu untuk beli makanan. Gue lagi suntuk, bete, capek, udah gak jelas deh ekspresi muka gue se-jutek apaan. Disitu gue ketemu dengan chef nya. Bapak-bapak, udah cukup umur, kira-kira udah 50 kali yah. Trus dia yang ngelayanin gue.

"Mau pesen apa mbak?" Katanya dengan senyuman yang manis banget. Selama dia ngelayanin gue dia gak pernah stop senyum. Kayaknya hidupnya itu happy banget.

"Silahkan ini makanan nya. Bisa dibayar di sebelah sana yah mbak. :)"


Gue sempet bengong. Kok mood jelek gue hilang yah? Aaaaaaaakh :"")

Disitu gue ngerti. Memang iya yah, senyuman itu bisa ngerubah segala nya. Tapi terlebih lagi, senyuman yang dari dalam (dari hati dengan tulus dan apa adanya) bisa ngerubah hidup kita, dan hidup orang-orang di sekitar kita.

Tuhan udah kasih kita mulut tuh bukan cuma buat ngomong, makan, dll. Daripada kita gunakan dengan sia-sia, gimana kalau kita pake untuk memberkati hidup orang lain? :)

Kalau kata almarhum kakek gue,

Give your smile to everyone, but give your heart to the only One :)


*senyum pepsodent*

Monday, February 27, 2012

Kedai Kopi

Hari ini gue nongkrong di Starbucks Sency, sendirian. Ini hal yang baru buat gue soalnya gue tuh bukan orang yang betah ditengah keramaian sendiri. Biasa nya gue bawa gandengan, yaitu adek gue. Hahaha I don't want to make this sound so jomblo, tapi seganteng apapun cowok yang pernah jalan sama gue, gak ada yang senyaman berdua dengan si adik. Eh itu tadi jomblo gak sih? :p

Anyways gue disini sendiran adalah dalam rangka nemenin nyokap gue yang soeper sibuk. Doi lagi rapat, gue nulis :3

Like what I've said before, gue bukan tipe cewek yang suka sendiri. Tapi terkadang ada saat-saat nya gue harus sendiri (gak kedengeran jomblo lagi kan?). Salah satunya kalau gue lagi nyusun acara or nulis. Nyusun acara? Acara apa?

Weeeeelllllllll.........


Hari minggu besok, 4 Maret 2012, teens church gue atau nama kerennya JUNIOR TEENS COMMUNITY akan ngadain our 3rd Anniversary! Yeay woohooo! #potongtumpeng. Nah di acara tersebut kita bakan seru-seruan, the coolest birthday bash and kebaktian minggu tapi tetep gaul. Penasaran? Dateng yah! Buat kamu-kamu bocah gaul Jakarta, yang berumur 10-17 tahun di Senayan City lantai 6. Jam 10.30 pagi :B




Yak tadi itu promosi colongan *tersipu malu*

Anyways enak nya menulis sendirian di tengah keramaian itu, sekitar kita bisa jadi topik nya. Kali ini topik gue Kedai Kopi.

Kedai kopi itu selalu ramai. Gak mungkin sepi. Disana ada banyak kalangan manusia. 


Ada yang datang untuk menunggu, ada yang datang untuk berkerja, ada yang datang untuk beristirahat.


Namun yang menarik dari sebuah kedai kopi adalah, ia tidak memandang darimana anda, siapakah anda. Kedai kopi akan selalu melayani semua dengan sama rata, yaitu sebagai costumer. Dia gak mungkin cuekin yang satu dan care sama yang lain. Gak mungkin yang satu gak dikasih orderan minum nya, tapi yang cuma lewat dikasih satu kulkas.


Ke semua sama baiknya, ke semua sama adilnya. 
Ke pelanggan baru disambut dengan baik.
Ke pelanggan setia dikasih award, dan mungkin di-treat sedikit special.


Hidup kita mesti nya kayak kedai kopi, gak sih? 


Kalau hidup kita itu kedai kopi, maka para costumer itu adalah orang-orang di kehidupan kita. Ada banyak kalangan orang di kehidupan kita, tapi bukan berarti kita harus membeda-bedakan mereka kan?


Ada yang datang untuk ngegosip, ada yang datang untuk urusan kerja.
Ada yang datang untuk cari kedamaian, ada yang datang dengan masalah.
Ada yang datang sebagai tamu yang kebetulan lewat.
Ada yang datang dan menganggap kedai kopi, atau kamu, sebagai hidupnya.


Dan waktu orang-orang itu datang silih berganti, apa kamu sudah memberi layanan yang terbaik? Apa kamu sudah membuat mereka nyaman? 


Apa kamu sudah menjawab persoalan mereka? Apa kamu sudah memberi kesan tersendiri di kehidupan mereka?


Satu hal lagi yang aku suka dari kedai kopi ini. Semakin lama ia berdiri, semakin cantik tempatnya. Semakin lama ia berdiri, semakin nyaman tempat nya. Semakin lama ia berdiri, semakin terjaga rasa kopinya.


Aku mau hidupku seperti kedai kopi. Tidak perlu besar-besar, tidak perlu mewah. Cukup memberi arti. Yang penting kamu nyaman, dengan kedai ku.


Kedai ku sangat homey, kamu aman disini. 
Kedaiku warna ungu, kamu akan tenang disini.
Kedai ku penuh balon, sangat ceria.
Kedai ku ada atraksi badut 24/7, supaya kamu tertawa.




Kalau kedai mu bagaimana? 
:3

Sunday, February 19, 2012

#1

Pernah gak kalian berada di suatu masa, dimana kalian diperhadapkan dengan 2 pilihan?

Dua pilihan tersebut punya konsekuensi nya masing-masing.

Kalau kamu pilih A, maka otomatis kamu gak bisa dapetin pilihan B. Dan kalau kamu pilih B, otomatis kamu akan kehilangan pilihan A.

Gak ada fifty-fifty.


Pernah gak kamu ngalamin battle antara hati dan pikiran?

 Pernah gak kamu ragu dengan suara hati, karena logicmu tau apa yang hati kamu pernah rasain sebelumnya dan pikiranmu gak mau hatimu untuk kompromi lagi?

Tapi hatimu tau, kalau pikiranmu suka sentimen. Kalau pikiranmu juga trauma.

 Kamu tau di hatimu masih banyak ruang kosong, dan kamu tau hatimu gak bakalan terluka lagi. Kamu tau ini yang hatimu mau, tapi hatimu juga tau  kalau kamu, kita,  gak bisa egois.


I'm standing at end of the street. I have to decide whether to take left or turning to the right. Where I can't go back. Or even if I go back, it'll take forever. 


I'm confused, I can't decide.


I need a compass. A new one. 

Wednesday, February 15, 2012

Disappointments

We've walked this road for years. We've never left each other side, from the moment we saw each other's eyes. You're like a brother to me. And I've always been your sister, whom sometimes got mistaken as your lover. We share each other's dream. In fact we grew up in the same dream, the same thought, the same heart. 

Did something sting you? I got this aching feeling on my stomach everytime I see you now. "Changes is a nature's thing". Well then, wearing a mask and pretending is now one of your thing. I don't want to see the other side of the coin. I don't want to be disappointed anymore. I'm tired of being angry. I'm tired of being Miss Know-It-All. 

Why do you have to lie? I wished I never knew from the start. I need to stop noticing everything.

 If I leave you, is it worth it? If I stay, is it worth more?

Roses are red,
Those flowers are tulip.
Your looks are so great,
But your lies are stupid.

Roses are red,
Those flowers are tulip.
Eventhough it's too late,
I don't wanna loose this friendship.


this post is a late post I wrote based on the friendship-struggle that I've been dealing with. It's a mixed-disappointment-feelings I had for several friends, in the last several months (or maybe weeks). Until now, I still have the trouble of spelling "disappointment". Maybe that's why I could never hate my friends. 

Monday, January 16, 2012

Bukan Posting Egois

Aku suka teh.
Aku suka ketika aku minum teh, semua penat di kepala hilang. Aku suka minum teh dengan cangkir dan piring nya yang serasi. Kalau cangkirnya cokelat, piring nya juga harus cokelat. Kalau cangkirnya bunga-bunga, piring nya ya bunga-bunga juga. Aku suka teh dengan gula kalau hati sedang berbunga-bunga. Namun kadang teh tanpa gula juga menyenangkan. Apalagi meminum nya sambil bercermin. Hmm. Cantik.


Aku suka burung hantu.
Aku suka mata nya yang tajam. Aku suka pandangan nya yang membuat hati bergetar. Aku suka burung hantu karena Owl City. Mungkin karena pandangan dan suara merdu Adam Young yang menusuk hati, atau karena mukanya yang monoton. Aku tak tau. Pokoknya burung hantu itu keren.


Aku suka musik.
Aku suka bagaimana suatu emosi bisa dihayati dalam kurang lebih 3 menit. Aku suka bagaimana penulis-penulis lagu bermain dengan kata. Aku suka para composer memainkan emosiku dengan alunan melodi yang catchy. Aku suka bagaimana aku mengingat seseorang dengan lagu. Aku suka bagaimana lirik suatu lagu bisa mengekspresikan segala emosi dan kata-kata yang tidak bisa aku utarakan. Ah, siapa yang tidak suka musik...


Aku suka kamu.
Aku suka ketika kita pertama kali berbincang-bincang. Aku suka pandangan mu. Aku suka senyummu. Aku suka ketika kita melakukan hal-hal gila bersama. Aku suka tingkah mu yang konyol. Aku suka lelucon-lelucon mu yang menggelitik. Aku suka cara mu menghibur ku ketika aku sedih. Aku suka pendapat-pendapat mu saat aku curhat tentang cowok. Aku suka melihat mu menyembah saat ibadah. Aku suka ketika kamu berdoa. Aku suka mendengar cerita tentang hubungan mu dengan Tuhan. Aku suka persahabatan kita. :)


Ini bukan posting egois. Ini tentang aku, dan mungkin tentang kamu juga.

Kalau kamu suka apa? :)
© EMMA MONTEZ
Maira Gall