Aku sudah jarang menulis. Jarang sekali. Entah karena jadwal yang padat, kegiatan tanpa henti, atau peristiwa-peristiwa yang tidak dapat dituangkan lewat tulisan. Ada banyak hal yang bermunculan di pikiranku, semakin lama semakin banyak, semakin lama semakin kusut. Jangan salahkan aku, atau ya boleh lah kamu menunjuk jari, tapi dengarkan penjelasanku.
I ran out of words.
Ya itu alasanku. Alasan bodoh dibalik kepergianku selama ini. Namun aku rasa permasalahan mendasar yang sebenarnya membuat aku sempat hilang adalah jati diri. Ya. Jati diri. Jangan salahkan aku lagi, aku baru mau berumur 21 tahun Agustus ini. Aku sadar masih banyak di diriku yang perlu dibentuk dan dicari tahu. Dan yang menjengkelkan mengenai menjadi dewasa, semakin lama kau hidup semakin banyak yang akan kau baru ketahui. Seperti berada dalam kamar yang berantakan, berusaha untuk mencari kotak kecil ditengah tumpukkan barang yang bersebaran. Sering sekali barang itu berada di depan mata, namun entah mengapa tidak bisa melihatnya. Itulah yang ku alami beberapa bulan ini. Yalsi, kenapa baru aku temukan sekarang.
Aku melankolis akut. Ya mungkin ini bukan hal yang baru untuk kamu, tapi baru untukku.
Aku tidak suka memakai baju warna. Aku tidak suka memakai baju warna cerah. Kecuali ungu. Ungu bukan warna, ungu itu rasa.
Affectionate. Ya aku suka menyentuh, menyentuh fisik dan menyentuh hati. Namun aku lebih suka memeluk hati, satu-satunya area yang tidak bisa di raba namun paling membekas.
Aku mudah goyah. Jengkel sekali rasanya ketika aku menemukan bagian ini. Namun aku bersyukur, disekelilingku ada orang-orang kuat yang menopang. Hanya saja selama ini aku tidak melihat mereka menopang ku, dan berfikir bahwa orang-orang lemah lain lah yang menopang ku.
Bahkan untuk menulis pun, aku masih mencari jati diri. Bagiku, menulis dengan gaya ini adalah cara menulis yang paling menyenangkan. Namun beberapa tahun ini aku mencoba dengan berbagai topeng. Topeng internasional, topeng puitis, sampai topeng humoris, dan topeng curhat. Butuh waktu bertahun-tahun untuk menemukan topeng yang pas. Dan topeng itu, ternyata hanya perlu kulepas.
Jadi lihatlah, aku masih bertumbuh. Aku belum dewasa, aku belum sempurna. Aku masih mencari tahu, aku masih mencari celah untuk menambah rantingku, aku masih terus belajar. Target ku hingga Agustus ini, tepat usia 21 tahunku, aku dapat menemukan siapa aku sebenarnya. Aku yang mana, dan Aku yang seperti apa. Perjalanan ini sulit. Ya, mungkin itu mengapa ku potong rambutku menjadi sebahu, tanpa menangis. Namun aku belajar satu hal, hal yang menjengkelkan namun benar dan bila diyakini, akan merubah hidup setiap orang.
Whenever you feel like you know everything, it is the first step of realizing that you know nothing. So have fun digging, have fun exploring, have fun discovering you. Because maybe, you can never stop.
(Dan aku baru saja menemukan hal lama yang tidak akan aku tinggalkan: kata-kata bijak diakhir tulisan. FIN.)
Monday, April 11, 2016
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment