Hi! It's been a while yaa since the last time I wrote here. Hahaha a lot happened for sure. Terlalu banyak sampai bingung mau nulis nya darimana. Tapi yang pasti, these past 5 months adalah bulan paling challenging dan paling seru dalam 19 tahun kehidupan gue. So many ups and downs. I feel like I've finally grow in certain areas that I never knew it even existed.
Since December, Tuhan lagi sering kasih gue kejadian-kejadian yang banyak involve kesehatan fisik gue. Pada dasarnya gue bukan orang yang penyakitan. I'm one heck of a very healthy girl. Gak pernah masuk rumah sakit, kalo sakit gak pernah lebih dari 3 hari. Sehat walafiat sejadi-jadinya. Tapi sejak Desember, Tuhan izinin gue untuk ngalamin banyak pernyakit sampai yang terakhir cidera :')
Tapi ajaibnya Tuhan, dan gemesh nya, in every incidents He thought me different things. Mulai dari sakit cacar yang super telat pas di hari Natal, alergi gue yang kumat dan ngehalangin gue untuk makan yang bebas, sampai terakhir gue ngalamin cidera di bagian ankle kaki kiri. Banyak hal yang gue pelajarin so far, tapi paling ngena adalah cidera yang kemarin ini. Kalau bisa di describe, it was sensational. Se-su-a-tu. Hahahaha. Kronologi nya seperti ini:
It was a Skenoo Sunday. Dimana di gereja gue, itu adalah minggu PPW full non-stop selama kebaktian. Dan kita sebagai penari di obligate untuk menari sepanjang kebaktian. Pada hari itu gue kebetulan kena jadwal nari 2x ibadah. Gue orang nya totalitas, terutama dalam bidang yang gue passionate banget..in this case, dancing. Dan dalam setiap lagu, I tried to give the best. Mulai dari power, ekspresi, gerakan, penyembahan, dsb. Waktu itu adalah ibadah kedua, ibadah terakhir (kelima) minggu itu. Physically, gue sebenernya udh drained banget. Sangat, sangat kecapean. Letih sih lebih tepatnya. Cuma karena mungkin adrenalin, gue gak ngerasain itu semua. Sampai tiba di lagu gue harus solo. Kondisi nya disitu adalah gue udah sangat amat kecapean, Cuma karena udah kepalang janji dan memang pingin nari solo, gue jabanin hajar naik panggung. Beberapa detik pertama, kaki gue tiba2 kayak ketarik ototnya di kaki kiri dan gue jatuh. Langsung reflek gue tutupin dengan gerakan dan lanjut nari. Awalnya gue pikir mungkin karena jeans gue yang ketat. Satu, gue saat itu lg gemukkan banget (HAHAHA NGAKU), dan kedua, sebenernya gabagus nari pake jeans. So gue sempet akalin gerakan dimana gue mencoba untuk nge-stretch kaki kiri gue. Setelah merasa udah enakkan, gue mulai nari lagi dan ya. Jatuh untuk yang kedua kali nya. This time kalau gak salah jatuh nya agak lebih lebay. Kalau kata temen gue sampai salto segala, gatau deh bener atau gak. Tapi kayaknya di jatuh yang kedua ini jatuhnya di ankle. Sakit nya bukan main, jo. Gue mulai sadar disini gue sebenernya udah gak sanggup. Jatuh yang ketiga, disitu I really felt like He said to me "it's okay Em, udah gapapa, turun aja". So soft and so kind. I cried. Di panggung. Sambil tetep nari. I was saying, God..aku belom kelarin lagunya. I want to finish this strong.
Lalu I managed myself to get up, dan pas gue berdiri, gue liat temen gue udh siap gantiin lalu gue turun.
To be honest, pas moment itu gue sangat amat down. Beberapa hari sebelum kejadian ini, terlintas aja dipikiran gue pertanyaan: "Kapan ya perjalanan nari gue berakhir?". Pertanyaan random itu tiba-tiba muncul lagi pas gue jatuh. Is this the end? Hahaha gue akui gue orang nya sangat berlebihan. Tapi pas saat itu, it's a genuine question that I asked God. Is it really the end?
Puji Tuhan pagi nya gue bisa jalan, setelah semaleman gue gak bisa gerakin kaki sama sekali. Akibat dari jatuh itu gue harus take a break from dancing. Gatau sampai kapan, tapi gue pribadi gamau take a risk paksa nari disaat masih belum sembuh total. Paginya itu gue lagi mandi. Dan, intermezzo, gue suka kadang heran dengan momen-momen nya Tuhan kalau bicara sama gue. Kenapa terkadang suka di momen yang agak.......vulgar. Hahahaha :"D anyways the conversation went on lyk diz:
G: Em, kamu passionate banget ya sama nari?
E: Oh iya Tuhan, passionate banget! Setiap kali aku nari itu beda banget worshipnya dibanding kalo worship biasa. Setiap kali lagi nari, aku berasa deket banget sama Tuhan.
G: Berarti kalau sampai kemarin Aku angkat ability kamu untuk nari?
E: Wah jangan dong Tuhan, aku ga siap.
G: Kalau sampai kejadian seperti itu, will you still worship Me just as passionate as when you worship with dance?
Gue cuma bengong liat dinding kayak orang dongo. Duduk ke kloset, lalu nangis. I just realized how much I have stray away. Well maybe ga stray juga, karena selama gue nari, I never take the credit to myself. I gave it all to Him. Tapi gue sadar kalau all this time, I hold on to dancing so tight that I started to lose the grip on Him. Dan waktu gue 'dipaksa' untuk melepas nari, I don't have anything to hold. That's when I realise that Jesus isn't as near as I though He is. How can I know? I was looking the other way. It was a moment of repentance. I repent from everything I have ever believe that I could only feel Jesus while dancing, and understand that there is nothing in us that we can boast about other than Christ.
Today, in my sabbath, gue mengerti kalau ability gue untuk nari diambil, apa lagi sih yang mau 'dibanggakan'? Apalagi sih yang mau dipegang, selain Tuhan? Apa memang iya, ngerasain Tuhan harus lewat perantara padahal Tuhan udah kasih akses langsung? Apa iya medium yang Tuhan kasih itu lebih penting daripada Tuhan nya sendiri?
Tuhan itu punya cara yang lucu nan gemas nan romantis dalam prahara 'menangkap' kita. In good times, He makes us remember how good He is. In bad times, He reassured how near He is with us. He take us a little closer, a little deeper in order to understand and to know His heart.
So this is what I wanted to say to you. Apapun yang kamu lagi experience sekarang, just remember and realise how near He is with you. That it is not because of our own strength, but because of His. Remember that when all is taken away, Christ is all that we got.
Blessed are those who understands the depths of His will for us. Those who can see past through their circumstances and know that when we are filled with Him, there is nothing to lose. Until we can say boldly,
As for me, may I never boast about anything except the cross of our Lord Jesus Christ. Because of that cross, my interest in this world has been crucified, and the world's interest in me has also died.
Galatians 6:14 NLT
No comments:
Post a Comment