Kamu dan mimpimu, kamu dan impianmu, seakan mudah runtuh dan dengan gampang nya diminta untuk dibangun kembali. Aku tahu, kurang ajar bukan?
Percayalah, tidak mudah diberi kesempatan kedua. Sebesar apapun senyuman di muka ini, sebahagia apapun yang dirasa, penyesalan itu akan selalu ada dan tidak akan bisa hilang.
Namun kamu. Kamu dengan segala kemurahan hatimu, memberi genggaman seakan ini semua bukan ulahku. Kamu, dan tatapanmu seakan melihat adanya harapan untuk aku, untuk kamu, untuk kita.
Aku dan tanganku, sejak dulu aku tahu tidak bisa dipercaya. Tangan yang mudah merusak dan bertingkah ini kamu raih seakan tidak pantas untuk dilukai. Bukankah tangan yang kamu raih inilah yang membuat luka itu?
Kamu dan jalan pikirmu, aku dan harapanku, kita dan apa yang kita punya saat ini.
Sebagian besar dariku merasa tidak pantas berjalan kembali, namun dengan begitu mudah nya kamu menyediakan tempat untukku.
Kamu, ya kamu. Aku tau tidak mudah bagimu, karena tidak mudah juga bagiku. Namun kamu dan kesempatan yang kamu beri seakan memberi aku kekuatan.
Ingat, selalu ingaat bahwa tangan ini mungkin akan membuat luka itu lagi. Ingat bahwa tangan ini mungkin akan berulah kembali. Namun ingat, tangan ini juga akan selalu ada untuk kau raih. Tangan ini yang akan menjaga anganmu, yang akan menjaga setiap pikiran kecil mu. Tangan ini yang akan selalu ada untuk menjadi peganganmu. Dan bila kesempatan itu hilang, tangan ini yang akan memulai kembali untukmu. Memulai kembali untuk kita.
No comments:
Post a Comment