Wednesday, February 26, 2014

Midnight Thoughts

Hai kawan, kamu sedang apa? Aku tidak bisa tidur nih. Baru saja kembali dari bandara dan tadi sok-sok minum kopi, lalu alhasil beginilah sekarang..wide awake. Kanan ku Chis tertidur pulas. Kiri ku jendela dengan tirai yang sedikit terbuka, pancaran putih lampu teras mengintip dari luar menyerupai bulan terang di langit. Hahahaha kenapa bahasa gue jadi gini. Pasti akibat novel temanku yang aku pinjam. Ya, I read novels now, romantic novels to be exact. Dulu aku suka baca novel, terutama novel romantis. Namun akibat banyaknya novel ababil Indonesia di pasaran, gue jadi males. I started to read inspirational and christian books. Sampai akhirnya aku menemukan buku ini, judul nya masih rahasia. Soalnya aku belum selesai membaca. Nanti yaaa..

Dipikir-pikir, gue itu orang yang gampang di drive banget ya. Baca buku christian yang bahasa Inggris dikit aja, langsung ngocehnya international. Giliran sekarang baca novel Indonesia, bahasa puitis nan indah pun mulai menampakkan suaranya. Tsaaaaaaah apaan sih gua! Terkadang aku juga suka heran, kenapa aku gampang sekali di drive sama situasi. Few days ago, gue lagi galau-galau nya bisa post tulisan yang mendekati desprate. Reblog postingan sedih dan miris di Tumblr. Giliran sekarang biasa aja, yaa, biasa aja. Ah heran. I'm still figuring out whether this is a blessing or a curse or just a bad habit. Karena kelabilan yang masih gue struggle to reduce until now, often times I made the decisions that I shouldn't and ended up regretting it all.

Dan hal hal yang disesali adalah hal yang terkadang sepele. Aku menyesal kenapa makan gorengan daripada minum teh saja. Aku menyesal mengapa tidak mencatat power point saja ketimbang main hape. Aku menyesal mengapa dulu terlalu membuka diri pada dia. Aku menyesal mengapa dulu aku terlalu emosi kepada suatu hal yang..sebenarnya tak ada. Aku menyesal mengapa tidak menyapa, tidak ngajak ngobrol. Bahkan terkadang, aku suka menyesal akan tulisanku kira-kira seminggu setelah di post di blog ku. 

Aku setuju dengan sayings that says "penyesalan datang terlambat". Sungguh, kalau penyesalan datang diawal, namanya bukan penyesalan. Karena penyesalan datang di penyelesaian *halaaah*. Penyesalan itu terkadang beda tipis dengan intimidasi. Dulu aku tidak tahu bagaimana membedakannya, namun sekarang aku mengerti. Penyesalan datang ketika kita melakukan hal yang sebenarnya di hati kecil kita tahu tidak semestinya kita lakukan. Intimidasi datang ketika kita melakukan hal yang benar. Tau gak kamu, penyesalan datang setiap kali kita jauh dari Tuhan, dan intimidasi itu ada disaat kita sedang deket-deketnya sama Tuhan. Aku banyak mengalami penyesalan. Percayalah, walaupun aku tahu banyak nilai Firman, gak segampang itu ngejalanin nya. I sometimes made bad decisions. Or maybe actually it wasn't a bad decision, but it not the best. Terkadang juga aku bingung apa yang harus aku lakukan saat sedang menyesali sesuatu. Meninggalkan gitu saja? Atau pergi perbaiki kesalahan tersebut? Menurut ku ya, when we do wrong we do right. Kecuali konteks cowok. Aku masih agak ragu dengan ini. Terkadang ingin rasanya datang ke beberapa orang dan mengatakan yang sejujurnya kita sesali, namun terkadang yang kita sesali adalah untuk kita sendiri dan orang lain tidak melakukan hal yang sama. Ah aku jadi bingung. Memang ini mungkin mengapa kita harus melekat dengan Tuhan. Biar Dia saja yang mengarahkan kaki kita, kemana kita harus melangkah. 

 Aku rasa hal yang kita bisa lakukan kalau kita tidak bisa mendatangi orang yang bersangkutan, adalah berdoa dan tidak melakukan hal yang sama. Sejujurnya saat ini aku sedang menyesali satu hal. Aku menyesali karena telah bersikap dingin dan emosional terhadap seseorang. Lucunya, terhadap dua orang yang sempat mewarnai beberapa bulan 2013 ku. Aku ingin mengulang waktu, asli, I really really do. Ingin kembali ke waktu itu dan menahan emosi yang ujungnya menyakiti. Ingin kembali ke waktu itu, dan lebih berani menyapa nya atau sekedar memberi senyuman. Ingin rasanya menarik setiap kata-kata yang dulu kulontarkan yang akhirnya sangat sia-sia. Andai mereka tahu. Ah mereka pasti tahu, kalau mereka membaca post ini. 

Aku 3 hari yang lalu sakit flu. Lalu seorang teman manis mengirim capture-an tweet lama nya, 
Seorang berkata 'Jika jatuh sakit dan dikabarkan mengalami kangen, cobalah cek kepada perasaan, sedalam apa rasa yang ada?'
Tentu kaget lah ya baca nya. Dia langsung berkata untuk aku tidak masukin di hati. Of course, tapi gue jadi berpikir. Sejujurnya mengapa kita jatuh sakit? Bukan karena sistem imun kita yang lemah, atau pun tubuh kita yang cacat. No, I believe God wouldn't let us sick in the first place. That's why He gave us this amazing and brilliant body that can figure out how to cure itself. Tapi kenapa kita jatuh sakit. Sesimple, we did something too much. Keluar malam boleh, namun sampai terlalu lama kehujanan? Pastilah jatuh sakit. Menangis boleh, tetapi terlalu lama menangis? Sakit mata. So if we got sick, it must've been a feeling we overfeed that lead us to a weak body. Our body is controlled by our mind, and our mind is controlled by our heart. It's true what the Bible say. Let all the good things, pure things, things that are holy, all of that yang harus ada di hati kita, sehingga singgah di pikiran kita, sampai akhirnya mengahsilkan tubuh dan tindakan yang baik pula. Senang tidak boleh berlebihan, sedih tidak boleh berlebihan. Dan kurasa, menyesal juga tidak boleh berlebihan.

Apapun yang aku sesali ini, sudah kuletakkan dibawah kaki Kristus. Dia yang berjanji akan merancangkan-rancangkan itu semua menjadi kebaikan, kepada mereka yang mengasihiNya. Aku mengasihiNya dan tak akan aku lakukan hal yang sama. Kepada mereka yang menjadi korban hal-hal yang kusesali, ketahuilah aku tidak bermaksud. Mungkin aku bermaksud, namun maksud ku itu salah. Aku suka emosionil, aku suka berlebihan dalam merasa, aku suka berlebihan dalam hal memberi, dan aku suka melakukan hal-hal ceroboh dan aku masih labil. Maaf bila kamu illfill atau kamu terganggu atas tindakan-tindakan ku dulu. I wish I could repay it, sungguh. Gak ada manusia yang senang kalau hal yang ia sesali tidak diperbaiki. Namun in this stage, it is impossible for me to come and tell you in person. I, too, am sick of this kode-kodean. But sometimes, at times like this, it's best for us to keep silent. Pesanku, let's forget about the past and start something new. Aku pun ingin memulai lembaran yang baru. Mari kita buang lembaran yang dahulu, atau kalau mau disimpan di lemari juga boleh. Aku tidak ingin lagi menyesal terhadap hal-hal yang sama. Semoga aku mendapat kekuatan untuk tidak melakukan hal-hal bodoh itu lagi. 

Ah sudah malam. Mari tidur.

1 comment:

  1. Tahukah kamu ... If we are meant to be... you never be away... and our Love Will Find A way.... meski diriku butuh waktu untuk beranikan hatiku... tuk bilang youre all i want all i need "SoulBridge - Meant To Be" kepp strong and believe in God Plans :) GBU

    ReplyDelete

© EMMA MONTEZ
Maira Gall