Ah udah lama yaa gak masuk series ini. Baru sadar, ternyata saya banyak janji palsu ya sama kalian >.<
Akan saya tepati setiap janji-janji itu!
Awal tahun ini saya dapet 2 kata. Set-apart & Pursue.
Yuk kita study Bible yuuuk.
So let's go back to the basics. Pursue itu artinya apa sih? Menurut dictionary internet andalan khalayak ramai, pursue itu..
Pursue: (v) follow someone/something in order to catch or attack them. seek to form a sexual relationship with (someone) in a persistent way.
Memang agak aneh yaa kenapa pake kata ini untuk describe relationship sama Tuhan?
Inget gak sama wanita yang sakit pendarahan? Ditengah kerumunan orang banyak, keadaan dia yang sakit, she manages a way to be near Jesus and touch the end of His robe.
Talking about pursuing, this is the real deal! She got healed instantly!
Following Jesus itu akan terasa biasa aja tanpa hasrat dari dalam diri kita untuk Pursue Dia.
A relationship won't start if we don't take the first step.
Pagi ini saya bangun, dibawah mama sama papa lagi ngobrol. I wasn't really pay any attention to the topic but they're talking about Ribka & Yakub.
Buat yang gatau ceritanya buka Kejadian 27 yaa :)
Let's have a quick re-run.
Jadi pada saat itu Ishak punya 2 anak dari istrinya Ribka, Esau dan Yakub. They both are twins, but they don't look alike.
Esau itu lebih macho, manly, pemburu. Sedangkan Yakub itu tukang masak, kulit nya putih. I my perspective, I don't think the Bible is talking about physical. Digambaran saya, Esau itu orang nya keras dan Yakub itu orang nya lembut. Kita get this straight first yuk. Keras itu gak jahat, dan lembut itu gak baik. They are all the same. Orang yang lembut bisa berlaku jahat, dan keras itu gak selamanya the 'bad-guy'. Contoh: Petrus :D
Okay balik lagi ke topik. Suatu hari Ishak merasa masa hidup nya udh mau finish. So he decided untuk memberkati anak-anak nya. Especially Esau karena mau diberkati hak sulung. Jadi Ishak suruh Esau untuk masak makanan kesukaan nya. Ribka overheard their conversation. And as we know Yakub nego sama Esau and so on and so on si Yakub akhirnya yg dapet hak kesulungan trus doi kabur dari rumah.
There are a lot of things yang bisa kita pelajari dari cerita ini. Demi kacang merah, lalala. Tapi I want us to focus on Ribka's side.
Waktu Yakub dilahirkan, Ribka pasti tau anak nya punya purpose dari Tuhan. Kalo enggak, Yakub gak akan jadi anak favorite nya. She saw a special destiny in his life, dan benar. Yakub akhirnya ketemu Tuhan dan namanya diganti menjadi Israel. Fathers of many nations.
Saya jadi mikir, kenapa yah Ribka suruh Yakub curi berkatnya Esau?
Kan Ribka sendiri tau kalau anak nya akan dipakai Tuhan?
One thing yang gak ada dalam hatinya, Iman.
Faith is the key and our strength that makes us believe something we haven't seen yet.
If only she has a little faith, Yakub gak akan harus nyuri berkatnya Esau.
We can put all the blame on Ribka, Esau, Yakub, Ishak, yang nulis ceritanya. We can put the blame on anyone. Tapi yuk kita diam sejenak. Sadarkah kita sering berlaku seperti mereka, Ribka?
Kita berlaku seperti Ribka.
We know God wants to use us, we know our destiny. Tapi sering kali kita curi start atau kita gak ikut game-plan nya Tuhan. Seberapa sering kita sebagai orang tua, mentor, pastor, kita melihat anak kita punya potensi and we started to guide them towards it without God's guidance?
Kita sering membela diri, oh yes I'm following God's way makanya mulus-mulus aja. But actually, really?
Do we?
The part about living a fully committed-life to God is surrender. Hidup seturut jalan nya Tuhan itu gak asal-asalan, kawan. When we said He will use you, believe that He will. In His own way.
Pertanyaan nya, will you follow His way or yours?
Sering kita dapet nubuatan or revelation of what we're going to do or to be, tapi kita lupa the part that we are on the same team with God. And as a team we need to walk in the same pace. Together.
And who's the head of the game? Jesus Himself.
It's not easy, I know.
That's why we need to pursue Him, with persistence.
Saya suka deh khotbah gembala gereja saya waktu itu di Youth.
In persistence we need faith. And in faith we need persistence.
Percaya Tuhan akan menepati janjiNya. But use His way. Follow Him.
Mungkin kamu belum ngerti atau kamu heran liat caraNya membimbing kamu. But believe that His way is perfect. Gak ada satu hal pun yang terjadi tanpa sepengetahuan Nya.
Wow. It's amazing how we can get so many things, just by listening.
Terimakasih saya ucapkan pada kedua orangtua saya. Sering-sering nguping aah hahahaha xD
So remember.
Persistence and faith.
Good luck on pursuing Him. Trust me, it's enjoyable :)
song of the day: Come Away by Jesus Culture
*buat yang belum baca pursue #1, bisa buka linknya disini yaa*
*buat yang belum baca pursue #1, bisa buka linknya disini yaa*
No comments:
Post a Comment